| http://1.bp.blogspot.com |
From Bandung to Jogja (3): Modal Sosial
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
lingkungan,
ngoceh bener,
tentang kota
From Bandung to Jogja (2): Transportasi
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
lingkungan,
ngoceh bener,
tentang kota
From Bandung to Jogja (1): Selayang Pandang
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
lingkungan,
ngoceh bener,
tentang kota
Silaturahmi Ide dari Bandung
Semua Bisa Bersepeda
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
komunitas,
ngoceh bener,
tentang kota
Naik Daun.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
mahasiswa,
ngoceh bener,
tentang kota
Kitab Suci Bernama Skripsi.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
mahasiswa,
ngoceh bener
Tentang 2.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener,
renungan
Jangan mau kalah.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener,
renungan
Menanam Air (2)
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
mahasiswa,
ngoceh bener,
tentang kota
Menanam Air (1)
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
mahasiswa,
ngoceh bener,
tentang kota
Bangga atau Malu?
1 tahun, boleh setuju atau tidak, 1 hari dari beberapa tahun terakhir ini sudah seperti hitungan jam, 1 tahun bukan lagi kurun waktu yg dianggap terlalu lama, hampir seperti sebulan rasanya. "Setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, dan sehari seperti jilatan api" - Muhammad SAW (dari Anas bin Malik r.a | H.R. Tirmidzi)
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
Islam,
ngoceh bener,
renungan
Mengejar (Mimpi) Saya Sendiri.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener,
renungan
Discover The Song : Katon Bagaskara Ft Ruth Sahanaya.
Masih inget lagu ini? Lagu yang di dedikasikan buat para penderita AIDS. Lagu yang pernah populer di tahun 1996.
Kesalahan bukan sepenuhnya milik mereka, banyak dari mereka yang tertular begitu saja tanpa tau dari mana datangnya.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
lagu,
ngoceh bener,
video
Duka Aceh
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
Assalamualaikum Ayah, Ibu.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
Catatan Anak Bujang Kecilmu
09.00 WIB incoming call: Ayah
10.00 WIB incoming call: Ibu
...............................................
Mendengar suaranya yg semakin begetar, ingatan semakin memudar, keriput semakin menyebar. Dimata org, dia, mereka, tak lagi gagah seperti dulu, tak pula lagi cantik seperti dulu. Entah berapa puluh ribu langkah yg menemani harinya untuk sekedar membelikanku nasi, segelas susu hangat agar bujangnya ini tumbuh sehat dan gagah sepeti mereka.
Tak peduli peluh yang mengalir deras dari wajahnya, mereka tetap peduli dengan anak2nya, biarpun sekali, dua, kesalnya meluap karna sikap balita anaknya yg masih sering muncul, tp aku yakin itulah tanda perhatian dan pelajaran yg berharga dari kalian.
Ibu, ayah, jelaskan padaku bagaimana caranya aku membalas kebaikan kalian? Bagaimana agar aku slalu bisa menerbitkan senyum dan tawa bahagia di wajah kalian? Karna sujudku saja mungkin belum cukup. Ya Rahhim, muliakanlah selalu kedua org tua ini, kasihilah mereka selayaknya mereka mengasihiku saat aku kecil dahulu.
Kini, dibalik telfon yg ku genggam, memori indah itu datang lagi, seiring suara yg ku dengar dr seberang sana. Ingin rasanya aku pulang, kuciumi pipi dan tangannya, melepas rindu dan sekedar bersenda gurau bersama. Namun suaramu yg begetar itu yg turut pula menggetarkan hati. Ibu, ayah, kalian tak lagi muda, namun kalian akan terus tetap muda di mata anak bujangmu ini, tetaplah pahlawan bagi anakmu di rantau ini. Panutan yg selalu mengajari banyak hal.
Ibu, ayah, maafkan aku belum bisa membuat kalian bahagia, doakan anakmu ini agar sukses di ranah orang, dan bisa jadi sekuat dan setegar kalian dalam menjalani hidupku kelak. Ibu,ayah, entah bagaimana menyampaikannya, jika ada kata yg lebih bermakna dan berharga dari sayang dan cinta, kata2 itu lah yg akan ku persembahkan pada kalian, dan cukuplah Allah yg paling mengetahui bagaimana cinta dan sayangku untuk kalian.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
"Tidak Punya Tuhan"
diberi akal saja sudah membangkang
sedikit saja logika yang dia punya sudah berani mempertanyakan Penciptanya
sedikit saja diberikan kelebihan sudah menantang Pemilik-dirinya
secuil saja kenikmatan, kenyamanan sudah paling arogan
ah manusia, bisa apa sih kalian tanpa adanya TUHAN?! Hidup kalian saja tidak bisa kalian buat abadi
ah manusia, mantap sekali sepertinya hati kalian menganggap DIA tidak ada? berfikir dengan cara logika kalian (yang terbatas) itu, bahwa semuanya hanya kebetulan belaka
ah manusia, tidakkah kalian melihat tumbuhan? hewan? tanah?
merasakan udara, air? dan memandangi langit?
semuanya saja tidak pernah berhenti memanggil-manggil nama-Nya.
Hai manusia tak berTUHAN! jika air, tanah, udara, langit, bahkan hewan sekalipun sesungguhnya selalu mengingat Penciptanya, di bagian manakah derajatmu sebagai makhluk yang hidup?
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
Manusia.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
Baik.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
Yang canggih pun ikut jadi sederhana.
Posted by
Wildan Abdurrahman
in
ngoceh bener
